um-palembang.ac.id

PWM Sumsel dan UMPalembang Ikuti Resepsi Virtual Milad Muhammadiyah Ke-108

um-palembang.ac.id – Anggota pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMPalembang) mengikuti siaran langsung syukuran Milad 108 Tahun Muhammadiyah secara virtual di Aula Kantor Pusat UMPalembang, Rabu (18/11/2020).

Milad Muhammadiyah tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengatakan, tema yang diusung pada milad ke-108 ini yaitu “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri”. “Tema yang diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan, dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang.

um-palembang.ac.id

Pada tema kali ini, lanjutnya, Muhammadiyah juga senantiasa memasukkan tema solusi terhadap masalah negeri, termasuk pada era pandemi yang tengah dihadapi. Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memancarkan semangat dalam menghadapi pandemi. “Pada kenyataannya, semenjak masa awal wabah Covid-19 menyapa negeri ini, Muhammadiyah telah berbuat yang terbaik dan maksimal. Baik dalam aspek ibadah dan keagamaan maupun masalah sosial dan kesehatan bahkan yang menyangkut aspek ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, Muhammadiyah juga sadar bahwa masalah-masalah negeri berdampingan dengan masalah kebangsaan baik politik, ekonomi, budaya, dan keagamaan yang kompleks. Menurut Haedar, hal ini tidak mungkin bisa diselesaikan satu pihak. Oleh karena itu, lewat tema milad ini, Muhammadiyah mengingatkan sekaligus mengajak seluruh kekuatan bangsa, termasuk pemerintah, lembaga politik, dan kenegaraan untuk menyelesaikan masalah bangsa.

um-palembang.ac.id

Ia juga menyadari bahwa tantangan Muhammadiyah di usia 108 tahun akan semakin menemukan masalah besar, termasuk masalah pandemi. “Tetapi, kami yakin dengan pandangan keagamaannya yang kokoh, dengan sistemnya yang kuat, dengan sumber daya manusianya yang mumpuni, dan kerja sama dengan seluruh pihak Insya Allah Muhammadiyah akan mampu dan memberi kontribusi bagaimana menghadapi pandemi dan menyelesaikan masalah negeri dengan spirit dakwah dan tajdid,” jelas Haedar.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengucapkan selamat milad atau hari lahir ke-108 kepada persyarikatan Muhammadiyah.

um-palembang.ac.id

“Usia yang telah diisi oleh Muhammadiyah dengan banyak karya dan kontribusi, dengan pengabdian yang ikhlas dan sungguh-sungguh, yang semakin kuat dan kokoh bersama waktu,” ujar Jokowi, saat memberikan sambutannya pada acara Resepsi Milad 108 Muhammadiyah secara daring (online)” ulasnya.

Untuk itu, lanjut Presiden Jokowi, atas nama masyarakat bangsa dan negara, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

“Semoga perjalanan Muhammadiyah semakin jaya dan berjasa dalam perjalanan bangsa. Aamin ya robbal alamin,” , dan Muhammadiyah merupakan anugerah Allah SWT bagi bangsa Indonesia”, tutur Presiden Jokowi.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Aplikasi Edukasi Digital Muhammadiyah (eduMU), Penuhi Kebutuhan Siswa dalam Belajar

um-palembang.ac.id – Edukasi Digital Muhammadiyah (eduMU) merupakan sistem informasi manajemen akademik terpadu berbasis web dan mobile yang mengintegrasikan seluruh proses di dalam institusi pendidikan Muhammadiyah yang dirancang untuk menghubungkan orang tua, siswa, dan guru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dan madrasah dalam rumah besar data pokok nasional pendidikan Muhammadiyah.

Aplikasi ini sangat disarankan untuk digunakan karena eduMu mempunyai fitur unggulan yang memenuhi kebutuhan sekolah, terutama guru, siswa dan orang tua siswa, mengingat sekarang ini merupakan era digital, penggunaan aplikasi inilah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan mutu pendidikan. Apalagi dimasa pandemi saat ini, kebutuhan teknologi pendamping dalam belajar siswa sangat dibutuhkan.

um-palembang.ac.id

Hal tersebut disampaikan Dr. Haryadi, M.Pd., Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan dalam acara Serah Terima Dana Sharing eduMU dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ke SMA dan SMK Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen PWM/PDM/PCM Provinsi Sumatera Selatan, dan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru IPA Kerjasama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA) dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Berlokasi di SMP Muhammadiyah 4 Palembang, 17 – 20 November 2020.

um-palembang.ac.id

Dr. Haryadi, M.Pd., juga menyampaikan bahwa aplikasi eduMU sangat mudah diterapkan di sekolah, dan diharapkan penggunaan aplikasi eduMu dapat diterapkan pada semua sekolah-sekolah di provinsi Sumatera Selatan, terutama sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Aplikasi eduMU mempunyai jaringan sistem yang bisa terkoneksi, tidak hanya satu arah namun juga dapat terkoneksi antar sekolah, guru, siswa, dan orang tua” jelasnya.

Menurutnya, aplikasi eduMU adalah sistem informasi berbasis web dan mobile platform yang mengintegrasikan seluruh proses di dalam sekolah yang dirancang untuk menghubungkan orangtua, murid dan guru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Jadi orangtua siswa bisa memantau secara langsung perkembangan anaknya di sekolah,” ujarnya.

um-palembang.ac.id

Karena aplikasi eduMU tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi. Bukan hanya itu, guru juga dapat mengunggah dan mengupdate setiap materi pembelajarannya diaplikasi tersebut, sehingga oarng tua pun akhirnya bisa mengetahui pelajaran apa yang akan dipelajari anak mereka esok hari.

“Sekolah pengguna aplikasi eduMU dapat dikategorikan sekolah yang selangkah lebih maju dari sekolah lainnya, dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk siswa” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah H. Supan, S.Pd., mengatakan, P4TK IPA adalah program kerjasama PP Muhammadiyah dan Kemendikbud, agar guru dapat berkompetisi dengan guru-guru sekolah lain dalam meningkatkan sumber daya manusia. Sedangkan eduMu adalah aplikasi edukasi digital yang dimiliki Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang dikembangkan pada tahun 2017.

um-palembang.ac.id

Kendatipun belum masif penggunaannya, karena sebelum eduMU lahir, banyak sekolah Muhammadiyah yang sudah maju terutama di pulau Jawa sudah memakai aplikasi lain, sehingga banyak tantangan kedepan bagi eduMu harus bisa bersaing dengan aplikasi lain.

“eduMU saat ini sedang memproses badan hukum dari aplikasi eduMu agar resmi legal hukumnya, dan akan menjadi aset amal usaha persyarikatan Muhammadiyah” katanya.

Ia menambahkan, aplikasi eduMu dimasa pandemi ini sangat cocok untuk diterapkan. Oleh karena itu kedepan akan lebih disemarakkan sosialisasinya agar semakin banyak mitra dalam mendukung pengembangan aplikasi eduMU.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Prodi Akuntansi FEB Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Webinar

um-palembang.ac.id – Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., membuka secara resmi Webinar yang diselenggarakan oleh Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang, dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Haryono Umar, S.E., Ak., M.Sc., CA., Dekan Pascasarjana Perbanas., dan Prof. Dr. Sukrisno Agoes., S.E., Ak., M.M., C.PA., CA., Konsultan Akuntansi Publik.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan, tema yang diangkat dalam webinar sangat sesuai dengan kondisi yang ada di tanah air saat ini, Audit Forensik (forensic auditing) didefinisikan sebagai aplikasi keahlian mengaudit atas suatu keadaan yang memiliki konsekuensi hukum.

Menurutnya, audit forensik merupakan suatu pengujian mengenai bukti atas suatu pernyataan atau pengungkapan informasi keuangan untuk menentukan keterkaitannya dengan ukuran-ukuran standar yang memadai untuk kebutuhan pembuktian di pengadilan.

Karena audit forensik lebih menekankan proses pencarian bukti serta penilaian kesesuaian bukti atau temuan audit tersebut , dengan ukuran pembuktian yang dibutuhkan untuk proses persidangan. Audit forensik merupakan perluasan dari penerapan prosedur audit standar ke arah pengumpulan bukti untuk kebutuhan persidangan di pengadilan.

Ia menjelaskan, audit meliputi prosedur-prosedur atau tahapan-tahapan tertentu yang dilakukan dengan maksud untuk menghasilkan bukti. Teknik-teknik yang digunakan audit untuk mengidentifikasi dan menggabungkan beberapa bukti guna membuktikan, seperti berapa lama fraud atau kecurangan telah dilakukan, bagaimana cara melakukan fraud atau kecurangan tersebut, berapa besar jumlahnya, di mana dilakukannya, serta oleh siapa pelakunya

Kendatipun audit forensik dalam penerapannya di Indonesia hanya digunakan untuk mendeteksi dan investigasi kecurangan , deteksi kerugian keuangan, serta untuk menjadi saksi ahli di pengadilan. Sementara itu, penggunaan ilmu audit forensik dalam mendeteksi risiko kecurangan dan uji tuntas dalam perusahaan swasta belum dipraktikan di Indonesia.

“Audit forensik dalam menjalankan peranannya diharapkan mampu secara efektif mencegah, mengetahui atau mengungkapkan, dan menyelesaikan kasus korupsi melalui tindakan preventif, detektif, dan represif” jelasnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan, strategi preventif dibuat dan dilaksanakan dengan diarahkan pada hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya praktek korupsi untuk dapat meminimalkan penyebab korupsi serta peluang untuk melakukan korupsi. Pada strategi detektif dilaksanakan untuk kasus korupsi yang telah terjadi.

“Maka kasus tersebut dapat diketahui dalam waktu singkat dan akurat untuk mencegah terjadinya kemungkinan kerugian yang lebih besar. Sedangkan strategi reprensif diarahkan untuk memberikan sanksi hukum kepada pihak yang terlibat dalam praktik korupsi” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Bimtek Bagi Anggota DPRD Muaro Jambi

um-palembang.ac.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Palembang dipercaya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI memberikan bimbingan teknis (bimtek) Workshop Pendalaman Tugas Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, dengan tema “Penguatan Peran dan Fungsi DPRD dalam Mewujudkan Fungsi Pengawasan untuk Mewujudkan Kabupaten Muaro Jambi yang Maju dan Sejahtera”.

Kegiatan yang digelar di Hotel Batiqa Palembang, Kamis – Minggu, 12 – 15 November 2020 ini dihadiri Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., Ketua LPPM Dr. Ir. Mustopa Marli Batubara, M.P., Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi Yuli Setia Bakti, Sekretaris Dewan Ahmad Ridwan, Wakil Ketua DPRD Agustian Mahir, S.H., Wakil Ketua DPRD Ahmad Haikal, S.IP., serta menghadirkan narasumber Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang, Ahmad Fais, S.Sos., M.Si., Tenaga Ahli DPR RI, dan Halilul Khairi Ditjen Keuda Kemendagri.

um-palembang.ac.id

Dalam sambutannya Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dari Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini Badan Pengembangan Sumber daya Manusia (BPSDM) kepada Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai partner dalam pelaksanaan Bimtek Penguatan Fungsi dan Peranan DPRD Kabupaten Muaro Jambi.

Ia menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang adalah salah satu dari 166 Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia, yang ada di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah. Saat memiliki 7 Fakultas dan Program Pascasarjana dengan 32 Program studi, dengan jumlah mahasiswa aktif lebih kurang 10.500 mahasiswa, yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa orang mahasiswa asing, dengan sumber daya manusia yang cukup mumpuni baik Guru Besar mapun Doktor dari dalam dan luar negeri.

um-palembang.ac.id

Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia yang ada inilah barangkali menjadi salah satu pertimbangan BPSDM kementerian Dalam Negeri untuk menunjuk Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai mitranya dalam menyelenggarakan Bimbingan Teknis terhadap beberapa DPRD kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

Bagi Universitas Muhammadiyah Palembang kegiatan ini merupakan penggilan tugas untuk mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Palembang harus menyatu dengan masyarakat.

um-palembang.ac.id

“Perguruan Tinggi jangan seperti menara gading yang hanya indah dilihat mata dari kejauhan, tetapi harus menjadi menara air yang mampu memberikan manfaat kehidupan bagi masyarakat luas” jelasnya.

Doktor Ilmu Pertanian ini menuturkan, bimbingan teknis bagi anggota dewan yang terhormat dilaksanakan tidak lain adalah untuk menunjang efektifitas kinerja dan meningkatkan kapasitas para anggota legislatif didalam membantu Pemerintah Daerah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Muaro Jambi.

um-palembang.ac.id

Oleh karena itu, peningkatan ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai anggota DPRD, yang memiliki tiga fungsi yaitu fungsi Anggaran (budgeting) fungsi Pengawasan (controlling) dan fungsi pembentukan Peraturan Daerah (Legislasi). Bagi Universitas Muhammadiyah Palembang mendapat kepercayaan untuk menjadi fasilitator Bimbingan Teknis ini merupakan suatu kebanggan dan sangat bermanfaat paling tidak akan memberikan kontribusi bagi Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi.

“Universitas Muhammadiyah Palembang selalu membuka diri untuk melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah termasuk DPRD Kabupaten Muaro Jambi, terutama kaitannya di bidang Penelitian dan penyusunan Naskah Akademik (NA) Peraturan Daerah, yang selama ini sudah kami lakukan dengan beberapa Pemerintah Daerah di Sumatera Selatan” tuturnya.

um-palembang.ac.id

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi Yuli Setia Bakti berharap, bimtek oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang bisa bermanfaat bagi anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi yang hadir. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi tambahan ilmu, wawasan baru, pengalaman, sekaligus media sharing antara LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang dan DPRD Kabupaten Muaro Jambi. Yang terpenting ini semua demi memajukan Provinsi Jambi dan khususnya Kabupaten Muaro Jambi” ungkapnya.

 

Editor: Rianza Putra

IMG-20201112-WA0014

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kembali Tambah Doktor, Zaleha Trihandayani Doktor Ke-80 Universitas Muhammadiyah Palembang

um-palembang.ac.id – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menambah satu dosen bergelar Doktor, setelah menyelesaikan studi Strata 3 (S3), Dr. Zaleha Trihandayani, S.E., M.Si., menjadi dosen bergelar Doktor ke-80 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

Ia berhasil lulus dari Prodi Ilmu Ekonomi (S3) Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta, dan berhak mendapatkan gelar Doktor setelah melalui ujian Promosi Doktor, pada 12 November 2020, dengan Judul Disertasi “Loyalitas Karyawan Industri Kecil Makanan Tradisional”, dengan Promotor: Prof. Dr. Wibowo, S.E., M.Phil., dan Prof. Dr. Husein Umar, S.E., MBA., M.M., serta Dr. Tony Sitinjak, M.M.

IMG-20201112-WA0013

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr. Zaleha Trihandayani, S.E., M.Si., atas Ujian Terbuka Promosi Doktor Prodi Ilmu Ekonomi (S3) Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Dr. Zaleha Trihandayani, S.E., M.Si., dalam menyelesaikan Studi S3 Ilmu Ekonomi (S3) di Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta, dan menjadi dosen bergelar Doktor ke-80 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

“Semoga dengan diraihnya Doktor Ilmu Ekonomi ini, akan semakin membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan di Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang” ungkapnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Serah Terima Aset dan Program Mahad Saad Bin Abi Waqqash Ke PW Muhammadiyah Sumsel

um-palembang.ac.id – Direktur Mahad Saad Bin Abi Waqqash Muhammad Zainudin Nawi, Lc., M.Pd.I., menyerahkan secara simbolis Serah Terima Aset dan Program Mahad Saad Bin Abi Waqqash ke Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Selatan, pada hari Rabu (11/11/2020).

Penyerahan aset dan program tersebut sebagai bagian tindak lanjut dari penyerahan aset dan program seluruh mahad dibawah naungan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF)/Yayasan Muslim Asia kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyahdi Yogyakarta.

um-palembang.ac.id

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) Prof. Dr. H. Romli SA., M.Ag., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan anggota pleno PWM Sumsel.

Dalam sambutannya Muhammad Zainudin Nawi, Lc., M.Pd.I., mengatakan, acara ini melanjutkan dari serah terima Aset AMCP kepada PP Muhammadiyah di Yogyakarta pada 1 September 2020 yang lalu. Ia menuturkan bahwa Syekh Bukhori selaku donatur bagi mahad di Indonesia berpesan bahwa program bahasa arab terus dijalankan.

IMG_0680

“Beliau memilih Muhammadiyah karena yakin akan berlanjutnya program ini. Karena bahasa arab bagian agama islam, dan bahasa arab merupakan bahasa yang cukup mudah dipahami” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Romli SA, M.Ag., menambahkan bahwa Mahad Saad Bin Abi Waqqash kedepan lebih dimanfaatkan oleh warga Muhammadiyah Sumsel untuk belajar bahasa arab. Tindaklanjut secara kelembagaan, Mahad Saad Bin Abi Waqqash akan dimanfaatkan oleh persyarikatan Muhammadiyah.

um-palembang.ac.id

PWM Sumsel sudah membuat surat keputusan untuk Direktur Mahad agar melanjutkan sistem pembelajaran sampai dengan selesai bagi mahasiswa yang tersisa, untuk selanjutnya nanti akan dikoordinasikan kembali terkait keberlanjutan program Mahad Saad Bin Abi Waqqash.

IMG_0682

“Koordinasi Mahad Saad Bin Abi Waqqash tidak lagi ke AMCP akan tetapi langsung ke PWM Sumsel, dan Mahad Saad Bin Abi Waqqash kedepan harus mencari program agar belajar bahasa arab mudah dipelajari dan digemari masyarakat” jelasnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

BAN PT Lakukan Asesmen Lapangan Daring Kepada Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Palembang

um-palembang.ac.id – Dalam rangka pelaksanaan akreditasi tahun 2020, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan Assesmen Lapangan secara daring terhadap Program Studi (Prodi) Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Rabu – Kamis, 11 – 12 November 2020.

Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terdiri Prof. Dr. Ir. Sutrisno Anggoro, M.S., dari Universitas Diponegoro., dan Ir. Muhammad Iqbal Djawad, M.Sc., P.hD., dari Universitas Hasanudin Makassar.

IMG_0673

Keduanya disambut langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua Lembaga Penjamin Mutu Dr. Asvic Helida, S.Hut., M.Sc., Dekan Fakultas Pertanian Ir. Rosmiah, M,Si., Wakil Dekan, Ketua Program Studi dan dosen dilingkup Fakultas Pertaninan Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengucapkan selamat datang di kampus hijau Universitas Muhammadiyah Palembang, “kendatipun kedatangan asesor hanya melalui dunia maya melalui media daring zoom, semoga saja tidak mengurangi makna dari silaturahim kita. Selanjutnya kita berharap Pandemi Virus Covid 19 ini segera berakhir sehingga kita dapat bertatap muka sesungguhnya di kampus Universitas Muhammadiyah Palembang” ujarnya.

Selanjutnya Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang saat ini memiliki 7 Fakultas dan satu Program Pascasarjana, dengan 33 program studi serta jumlah mahasiswa lebih kurang 11.000 mahasiswa. Program Studi Akuakultur merupakan salah satu program studi yang cukup di minati oleh mahasiswa. Sehingga banyak alumni dari program studi ini yang telah berkiprah tidak saja di Sumatera Selatan tetapi sudah menyebar di penjuru nusantara.

“Universitas Muhammadiyah Palembang peringkat Akreditasi institusi saat ini Peringkat “B” (Baik Sekali) dan 12 % program studi mendapatkan peringkat “A” (Unggul) dan 88 % program studi berpringkat “B“ (Baik Sekali)” ulasnya.

um-palembang.ac.id

Ia menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir ini universitas muhammadiyah Palembang, sudah ada 7 (tujuh) program studi di lakukan asesmen lapangan oleh asesor BAN-PT secara virtual/daring, baik program studi yang melakukan re-akreditasi maupun akreditasi yang pertama. Dan program studi Pendidikan Akuakultur ini adalah program studi yang ke-8 yang dilakukan asesmen lapangan secara daring oleh asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan masih beberapa program studi yang masih menunggu penjadwalan untuk dilaksanakan asesmen lapangan dengan sembilan (9) kriteria.

“Kami patut bersyukur bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang selama pandemi Covid-19 aktivitas kegiatan perkuliahan tetap dapat berjalan dengan baik walaupun dilaksanakan secara daring demikian juga dengan pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, jumlah penerimaan mahasiswa baru yang diterima tahun akademik 2020/2021 relatif stabil” jelasnya.

Diakhir sambutan, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., berharap semoga kegiatan visitasi dalam rangka akreditasi Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dapat memberikan gambaran kepada asesor tentang kondisi Program Studi Akuakultur serta akhirnya akan mendapatkan hasil maksimal.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Perguruan Tinggi Harus Menjadi Lembaga Pendidikan Kewirausahaan

um-palembang.ac.id – Agar suatu perguruan tinggi menjadi penghasil wirausaha-wirausaha, maka harus mengubah visi dan misinya, yaitu bukan hanya sebatas sebagai “Lembaga Pembelajaran (Learning Institution) atau Lembaga Penelitian (Research Universit) akan tetapi melangkah lebih maju, bagaimana menerapkan hasil pendidikan/pengajaran dan penelitian untuk kepentingan dunia usaha atau menjadi Lembaga Pendidikan Kewirausahaan (Entrepreneurial University).

Hal tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam Webinar “Penyusunan Kurikulum Kegiatan Wirausaha dan Motivasi Mahasiswa untuk Berwirausaha”, pada Kamis (5/11/2020).

Prof. Dr. Aris Junaidi, Direktur Kelembagaan dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI., menjadi narasumber dalam Webinar tersebut, dengan moderator Darmayanti, S.E., Ak., M.M., AC., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan, jiwa dan semangat enterpreneur di kalangan mahasiswa dan generasi muda Indonesia, saat ini masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 2 % dari jumlah penduduk, padahal untuk menjadi negara yang ekonominya kuat diperlukan minimal 4 % wirausaha dari jumlah penduduk, oleh karena itu sangatlah tepat jika dalam kurikulum pendidikan tinggi ditambahkan materi atau mata kuliah ke-wirausahaan dan atau enterpreneur di setiap program studi untuk meningkatkan prosentasi jumlah wirausaha minimal 4 % dimasa –masa mendatang.

Karena menurutnya membangun kemampuan wirausaha pada mahasiswa melalui pemberian mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan tidak dapat sepenuhnya menjadikan mereka mejadi seorang wirausaha yang sukses. Wirausaha sukses juga sangat ditentukan oleh motivasi kuat dari mahasiswa yang bersangkutan.

Sehingga pada umumnya, masalah yang dihadapi perguruan tinggi untuk dapat menjadi wadah dalam menghasilkan wirausaha-wirausaha baru tidak mudah, mengingat kegiatan utama kampus yaitu mengajar dan mentransfer ilmu yang telah ada kepada mahasiswa, sehingga tidak mungkin perguruan tinggi dapat menjadi wadah atau organisasi untuk menghasilkan wirausaha-wirausaha yang inovatif.

Ia menjelaskan, dalam mendukung lahirnya wirausaha unggulan dari kampus, maka metode perkuliahan kewirausahaan dititik beratkan untuk memotivasi agar mahasiswa mau memilih kewirausahaan sebagai karier hidupnya, di samping untuk memahami disiplin ilmu kewirausahaan.

“Perkuliahan harus dirancang sedemikian rupa, sehingga seorang mahasiswa siap menjadi wirausaha. Salah satu sifat wirausaha yang paling mendasar, yaitu sifat kreatif dan inovatif, serta kemampuan memanfaatkan peluang dan memecahkan masalah Oleh sebab itu, pemahaman dan penguasaan metode untuk mengembangkan kreativitas merupakan dasar seluruh perkuliahan kewirausahaan” jelasnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menuturkan dalam membangun mental kreatif dan inovatif, maka perubahan mindset terhadap diri mahasiswa menjadi sangat penting untuk dilakukan. Mindset mahasiswa harus diubah menjadi mindset seorang entrepreneur, yaitu seorang yang harus aktif dan berwawasan luas dalam memandang sesuatu termasuk cara memandang hidup ini.

Pembentukan mahasiswa untuk berpikir mencipta (create), merupakan sebuah solusi awal dalam pembentukan mahasiswa yang unggul untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang ada di lingkungan masyarakat. Pada kalangan mahasiswa kini harus banyak ditumbuhkan wawasan dan pengalaman akan dunia usaha guna menumbuhkan pengusaha yang kompeten dan mampu meningkatkan perekonomian bangsa nantinya. Hal ini perlu dilatih dan dibangun terlebih dahulu mentalitas entrepreneurshipnya,

Setelah mentalitas itu tumbuh maka langkah selanjutnya barulah melakukan aksi nyata Mata kuliah ini dimasukkan dalam kurikulum program studi dengan tujuan memberikan bekal kepada mahasiswa agar dapat membangun jiwa kreatif dan inovatif dalam mengelola suatu usaha agar lebih efektif, efisien, dan memiliki keunggulan daya saing. Dengan diadakannya mata kuliah tersebut, diharapkan mahasiswa dapat memiliki utama dalam melakukan tindakan nyata di lapangan di samping kemampuan berpikir ke depan untuk berusaha mandiri. Kemampuan ini dapat digunakan sebagai bekal nantinya setelah lulus sarjana dan mendapatkan pilihan lebih, dengan menjadi pekerja, wirausahawan, atau menjadi pekerja dan wirausahawan.

Ia juga menekankan bahwa bagaimana Perguruan Tinggi menghasilkan perilaku yang memiliki karakter yang kreatif, inovatif, dan pantang menyerah, sehingga berdampak pada pembentukan pribadi yang dinamis yang siap menyambut masa depan yang serba berubah.Tantangan utama kewirausahaan dalam dunia pendidikan adalah pola pikir kita yang menghalangi kemajuan entrepreneurship di Indonesia. Para mahasiswa, memiliki pola pikir bahwa mereka belajar di Perguruan Tinggi untuk akhirnya menjadi pencari kerja daripada pencipta kerja. Sebenarnya hal ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional kita.

Karena hal ini didukung dengan nilai budaya dalam sebagian besar anggota masyarakat kita, bahwa menjadi seorang entrepreneur tidak sebaik menjadi pegawai terutama pegawai negeri. dalam sebagian besar masyarakat, status paling terhormat diberikan kepada keluarga yang memilki jabatan publik yang berikutnya ialah “Amtenar” yaitu pegawai negeri, dan yang terendah, ialah para pengusaha dan pedagang.

Ia menambahkan, keluhan ini juga dijumpai di kalangan mahasiswa. Mereka mengeluh karena mereka tidak direstui dan didukung oleh orang tua jika mereka ingin menjadi seorang entrepreneur. Menjadi seorang entrepreneur bisa menjadi sebuah aib bagi keluarga. Membangun Jiwa Kewirausahaan Membangun jiwa kewirausahaan haruslah di-mulai dengan kemauan kreatif dan inovatif seseorang untuk mencapai suatu tujuan dalam hidupnya. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berfikir kreatif dan inovatif.

“Kompetensi tersebut merupakan syarat utama bagi seseorang yang ingin melakukan proses perjalanan kreativitas berfikir dan inovasi tentang keinginan yang diharapkannya. Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan, diantaranya keterampilan manajerial; konseptual; memahami, mengerti, berkomunikasi, dan berelasi” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Gelar Reuni Lintas Angkatan

um-palembang.ac.id – Alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar reuni Temu Kangen Lintas Angkatan pada Sabtu (31/10/2020) yang berlokasi di Ballroom Novotel, Palembang. Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “Merangkai Kisah Menjalin Silaturahmi”. Selain itu adapun tujuan dari diadakannya reuni akbar ini adalah guna membangun silaturahmi dan persaudaraan sesama alumni FH Universitas Muhammadiyah Palembang. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan beberapa tokoh alumni FH Universitas Muhammadiyah Palembang Darmawan, S.H., Ketua DPRD Kota Palembang 2014 – 2019., Ketua DPC PERADI Kota Palembang Hj. Nurmalah, S.H., M.H., dan beberapa tokoh yang lain.

um-palembang.ac.id

Dalam sambutanya, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan, kegiatan temu alumni dapat memberikan informasi dan gagasan untuk turut serta membangun Universitas Muhammadiyah Palembang khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Pertemuan ini menjadi strategis untuk mengkomunikasikan berbagai capaian yang telah diraih sekaligus tantangan yang dihadapi Universitas Muhammadiyah Palembang yang pada tahun ini telah memasuki usia ke-41 tahun.

“Saya menyambut gembira gagasan alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang untuk menyelenggarakan kegiatan temu kangen alumni ini, disamping mengingatkan kita kepada masa-masa indah serta suka dan duka berada kampus hijau Universitas Muhammadiyah Palembang” katanya.

um-palembang.ac.id

Ia menjelaskan, begitu banyak tantangan yang dihadapi dalam membangun dan mengembangkan kampus tapi kami yakin, karena kami akan dapat dukungan penuh dari para alumni khususnya alumni Fakultas Hukum sebagai cikal bakal lahirnya Universitas Muhammadiyah Palembang.

Lanjuntya, Universitas Muhammadiyah Palembang saat ini memiliki 7 fakultas dan 1 program pascasarjana dengan 32 Program studi, memilki lebih kurang 10.600 mahasiswa dan sejak empat tahun yang lalu sudah memiliki mahasiswa Internasional atau mahasiswa yang berasal dari negara lain, ini menunjukkan bahwa dari mutu UMPalembang tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi lainya.

um-palembang.ac.id

“Dalam catatan kami alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang sampai saat ini lebih kurang 23.734 orang alumni yang tersebar di seluruh pelosok negeri bahkan ada yang di luar negeri, besarnya jumlah alumni ini jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber daya manusia yang potensial” jelasnya.

Oleh karena itu, peran serta alumni memang dibutuhkan oleh suatu perguruan tinggi untuk dapat maju dan berkembang , karena alumni akan menjadi sarana promosi yang potensial terutama bagi perguruan tinggi swasta, disamping itu alumni juga dapat menjadi sumber informasi bagi adik-adik tingkatnya yang baru saja menyelesaikan pendidikan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.

um-palembang.ac.id

“Saya menginginkan suatu saat alumni Universitas Muhammadiyah Palembang dapat menjadi seperti Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) yang mampu menjadi gurita yang menguasai semua sektor yang ada di republik ini” ulasnya.

Ke depan Universitas Muhammadiyah Palembang menargetkan untuk dapat terakreditasi Institusi unggul (A) saat ini sudah ada lima program studi yang terakreditasi unggul termasuk salahsatunya program studi hukum Fakultas hukum yang dua bulan yang lalu berhasil mendapatkan peringkat akreditasi unggul (A) dari BAN-PT. Untuk mewujudkan Universitas Muhammadiyah Palembang menjadi Internasional University meminta masukan dari alumni.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menambahkan bahwa saat ini kampus Universitas Muhammadiyah Palembang tengah membangun beberapa tower/gedung perkuliahan baik yang berada di kampus A Jln Jenderal A. Yani maupun di kampus B di Jalan Talang Banten, yang berada dikampus B saat ini sudah mulai dipergunakan sedangkan di kampus A masih dalam tahap Pembangunan. “Kami mohon doa dan dukungan semuaya agar dalam waktu yang tidak terlalu lama kampus UMP akan memiliki kampus Modern dan Terintegrasi sehingga akan semakin menjadi daya saing bagi keberadaan kampus Hijau” tambahnya.

um-palembang.ac.id

Pada kesempatan yang sama, Hj. Nurmalah, S.H., M.H., memberikan sambutan mewakili alumni mengajak para alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang untuk berintegrasi dengan almamater, karena dengan hal tersebut dapat menunjang UMPalembang.

“Semoga dengan reuni lintas angkatan ini akan muncul ide dan gagasan yang akan turut membangun Universitas Muhammadiyah Palembang” tutupnya.

Editor: Rianza Putra

20201031_072058

Universitas Muhammadiyah Palembang Berbangga, Prodi Pendidikan Biologi Raih Akreditasi A

um-palembang.ac.id – Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Palembang kini resmi mengantongi akreditasi A. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor : 6727/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2020 

Berdasarkan SK BAN-PT tersebut, Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang menjadi Prodi yang ke lima yang kini telah terakreditasi A di Universitas Muhammadiyah Palembang. “Ini merupakan kado menjelang akhir tahun 2020 bagi Universitas Muhammadiyah Palembang, sekaligus menjadi tantangan bagi kami untuk terus mempertahankan kualitas Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang,” kata Dekan FKIP UMPalembang, Dr. Rusdi A. Siroj, M.Pd., Sabtu (31/10/2020).

Pengakuan ini, kata dia, membuktikan Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang semakin dipercaya kualitasnya. Baik dari segi jumlah dosen yang membimbing mahasiswanya, fasilitas perkuliahan yang menunjang maupun karena adanya kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam membuat riset sekaligus untuk menjawab kebutuhan dunia kerja.

Dengan adanya pengakuan dan kepercayaan ini maka pihaknya masih harus berjuang untuk membesarkan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang ini. Diantaranya mendidik mahasiswa agar terus aktif, sekaligus membekali alumni dalam menghadapi dunia industri. Selain itu juga meningkatkan publikasi dan penelitian, serta meningkatkan pengabdian pada masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengaku sangat bangga atas perolehan Akreditasi A ini. Menurutnya Prodi Pendidikan Biologi akan menjadi motivasi Prodi lain untuk meraih akreditasi A.

“Saat ini sudah ada 4 Prodi di Universitas Muhammadiyah Palembang sudah terakreditasi A yakni Prodi Manajemen, Prodi Pendidikan Sejarah, Prodi Administrasi Pendidikan dan Prodi Ilmu Hukum. Hadirnya Pendidikan Biologi yang berhasil memperoleh akreditasi A ini akan menjadi semangat bersama kita semua dalam peningkatan mutu Universitas Muhammadiyah Palembang,” tuturnya.

Ia juga berharap, capaian ini yang telah ditunjukkan oleh Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang ini dapat lebih memacu prodi lainnya yang saat ini ada dan terus berjuang untuk mendapatkan Akreditasi A dari BAN-PT.

Editor: Rianza Putra