IMG-20210107-WA0012

FEB Kembali Tambah Doktor, Maftuhah Nurrahmi Doktor Ke-82 Universitas Muhammadiyah Palembang

um-palembang.ac.id – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menambah satu dosen bergelar Doktor, setelah menyelesaikan studi Strata 3 (S3), Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., menjadi dosen bergelar Doktor ke-82 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

Perempuan Kelahiran Sleman Yogyakarta tanggal 16 Mei 1970 ini, berhasil lulus dari Prodi Ilmu Ekonomi (S3) Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta, dan berhak mendapatkan gelar Doktor setelah melalui ujian Promosi Doktor secara daring, pada Kamis, 07 Januari 2021.

Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., mengambil judul Disertasi “Determinan Loyalitas Konsumen Hotel di Sumatera Selatan”, dengan Promotor: Prof. Dr. Husein Umar, MBA., M.M., dan Prof. Dr. Wibowo, S.E., M.Phil., serta Dr. Tony Sitinjak, M.M.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., atas Ujian Terbuka Promosi Doktor Prodi Ilmu Ekonomi (S3) Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta.

Lebih lanjut Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Dr. Maftuhah Nurrahmi, S.E., M.Si., dalam menyelesaikan Studi S3 Ilmu Ekonomi (S3) di Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta, dan menjadi dosen bergelar Doktor ke-82 di Universitas Muhammadiyah Palembang.

“Semoga dengan diraihnya Doktor Ilmu Ekonomi ini, akan semakin membawa kemajuan dan peningkatan mutu lulusan di Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang” ungkapnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

E-Commerce Memberikan Harapan Kepada Pelaku Dunia Bisnis

um-palembang.ac.id – Di Indonesia, sudah banyak pelaku yang bermain di sektor e-commerce ini dengan berbagai produknya, mulai dari jasa transportasi, Perdagangan , kesehatan dan lain sebagainya. Namun, pelaku bisnis e-commerce juga masih akan berkutat untuk membangun ekosistem menjadi lebih matang, dibutuhkan berbagai elemen untuk mendorong bisnis secara e-commerce di Indonesia menjadi lebih matang misalnya Pembangunan infrastruktur telekomunikasi terutama jaringan internet yang merata di seluruh pelosok negeri, Kelonggaran aturan atau regulasi dari pemerintah, yang tidak menghambat berkembangan bisnis secara e-comerce, Serta perlu menumbuhkan inovasi dan kreasi yang dihadirkan oleh para pelaku bisnis e-comerce itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang saat memberikan sambutan dalam Seminar Online Terobosan Kreatif dan Inovatif Bisnis E-Comerce Pasca Pandemi Covid-19, yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang, Senin (4/1/2021).

Prof. Dr. Ridwan Guru Besar Universitas Kebangsaan Malaysia., Prof. Dr. Wibowo Guru Besar Universitas Moestopo Jakarta., M. Akbar Alfaro B.Bus., M.M., Ketua Kadin Palembang, menjadi narasumber dalam seminar online tersebut.

um-palembang.ac.id

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan,pPandemi Covid-19 yang hampi satu tahun melanda dunia, menuntut kita untuk terbiasa dengan kebiasaan baru (New-Normal), termasuk juga dalam menyikapi dunia bisnis supaya mampu menghadapi beberapa tantangan dan bertahan di masa krisis. Proses peralihan bisnis dari konvensional menjadi digital menyebabkan perusahaan perlu memikirkan langkah strategis untuk membuat bagaimana proses bisnis yang ada di dalamya menjadi keberlanjutan.

Menurutnya salah satu cara adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi pada bidang pemasaran yang mengubah cara pengerjaan suatu pekerjaan dari cara konvensional mengarah kepada teknologi digital dengan memanfaatkan e-commerce.

Karena bisnis perdagangan online dewasa ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Apalagi di era revolusi internet seperti saat ini, industri e-Commerce menjadi bintang terang yang banyak dijajaki oleh masyarakat. Keuntungan yang ditawarkan dari bisnis e-commerce ini cukup memberikan harapan kepada pelaku dunia bisnis hal tersebut dimungkinkan karena mulai dari prosedur pembelian/penjualan yang menjadi lebih cepat dan mudah untuk melakukan pencarian barang, biaya operasional rendah dan kualitas layanan lebih baik, pengelolaan bisnisnya cukup mudah, hingga jangkauannya yang jauh lebih luas kepada pelanggan, dan pelanggan pun dapat dengan mudah memilih produk dari penyedia yang berbeda tanpa bergerak secara fisik.

Ia menjelaskan, empat tantangan yang mungkin harus dihadapi oleh industri e-commerce Indonesia, tantangan yang dimaksud antara lain, 1. Masih rendahnya pengguna Internet yang sejalan dengan tingkat penjualan e-commerce oleh karena itu perlu adanya sosialisasi kepada pengguna internet tentang manfaat dan cara-cara berbisnis secara e-comerce. 2. Perlu membangun tingkat kepercayaan (trust) konsumen di Indonesia, hal tersebut karena banyak terjadi penipuan bisnis E-Comerce khususnya belanja online oleh karena itu perlu adanya regulasi yang dikeluarkan oleh pengambil kebijakan serta adanya penegkan hukum.

Selanjutnya 3. Masih terbatasnya layanan transaksi pembayaran secara E-commerce. dan 4. Karakter geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan, pastinya akses untuk menjangkau daerah di luar pulau besar cenderung lebih sulit.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Tahun Ajaran Baru, Majelis Dikdasmen PWM Sumsel Gelar Penguatan Pendidikan Muhammadiyah dan Kebijakan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021

um-palembang.ac.id – Pemerintah membuka opsi diperbolehkannya pembelajaran kembali di sekolah atau pembelajaran tatap muka. Masyarakat menyambutnya dengan beragam reaksi mulai dari yang ragu-ragu hingga yang merasa lega. Termasuk euforia sebagian warga, pendidik, dan peserta didik yang semakin jenuh dengan pembelajaran jarak jauh.

Akan tetapi perlu dicermati kembali Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 yang menjadi dasar diperbolehkannya pembelajaran tatap muka. Di dalamnya memuat serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu untuk kembali belajar tatap muka di sekolah.

um-palembang.ac.id

Menyikapi hal tersebut, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan menggelar menggelar “Webinar Pendidikan dengan Tema Penguatan Pendidikan Muhammadiyah dan Kebijakan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021”., yang diselenggarakan oleh Aula Kantor Pusat Administrasi Universitas Muhammadiyah Palembang, Rabu (30/12/2020), dan dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., Wakil Ketua PWM Sumsel Membidangi Majelis Dikdasmen Drs. H. Abu Hanifah.

um-palembang.ac.id

Turut menjadi narasumber dalam webinar tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., Ketua Badan Pembina Harian UMPalembang Dr. H.M. Idris, S.E., M.Si., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs. H. Riza Fahlevi, M.M., Ketua BAN S/M Sumatera Selatan Drs. Sutarman, M.M., dan Wakil Ketua Dewan Pendidikan Sumsel Prof. Drs. H.M. Sirozi, Ph.D., yang dimoderatori Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sumsel Dr. Haryadi, M.Pd., dengan peserta 200 Kepala Sekolah dilingkungan Muhammadiyah Sumatera Selatan.

Dalam sambutanya Prof. Dr. Romli SA, M.Ag., mengatakan, banyak problem yang dihadapi oleh masyarakat terkait proses belajar mengajar selama pandemi Covid-19 karena output pendidikan dan capaianya sulit diukur melalui proses pembelajaran online. Oleh karena itu langkah pembelajaran ditahun ajaran 2020/2021 harus disusun karena pandemi Covid-19 masih tinggi di Sumsel.

 um-palembang.ac.id

“Terlepas terjadi di sekolah maupun tidak, beberapa kasus penyebaran Covid-19 yang menimpa peserta didik patut menjadi pelajaran. Perlu kerja sama untuk memastikan anak dapat terus belajar dengan sehat dan selamat, jangan sampai terbentuknya cluster baru, agar menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan yang akan diambil adalah suatu keputusan yang rasional dan bukan emosional” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs. H. Riza Fahlevi, M.M., menuturkan bahwa dalam SKB 4 menteri, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan kepada peran pemerintah daerah/kantor wilayah (kanwil)/ kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya. Pemberian kewenangan penuh dalam menentukan izin pembelajaran tatap muka tersebut berlaku mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, di bulan Januari 2021.

um-palembang.ac.id

Karena menurutnya kesehatan dan keselamatan warga sekolah, keluarga dan masyarakat mesti menjadi prioritas utama dalam menetapkan kebijakan. Meski pemerintah daerah diberikan kewenangan penuh, kebijakan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara berjenjang, mulai dari penentuan pemberian izin oleh pemerintah, pemenuhan daftar periksa, serta kesiapan menjalankan pembelajaran tatap muka.

Pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan untuk satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa yakni ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangah pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan. Selanjutnya, mampu mengakses fasilitas pelayanan Kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, hingga memiliki alat pengukur suhu badan, dan lokasi pelayanan kesehatan harus dekat sekolah.

 

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Universitas Muhammadiyah Palembang Terima Bantuan Sarana Pendidikan dari Bank Indonesia

um-palembang.ac.id – Bank Indonesia (BI) akan selalu ikut dalam berkontribusi memajukan pendidikan yang dapat memberikan dampak bagi kemajuan bangsa. Karena pandemi covid-19 banyak mempengaruhi berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Lembaga pendidikan saat ini dituntut untuk banyak menyesuaikan proses belajar mengajar yang perlu di dukung infrastruktur sarana prasarana yang mendukung belajar mengajar.

Hal ini disampaikan oleh Hari Widodo, Kepala Kantor Bank Indonesia Sumatera Selatan saat Penyerahan Paket Bantuan Sarana Pendidikan dalam kegiatan “Dedikasi Untuk Negeri” kepada perguruan tinggi, satu diantaranya Universitas Muhammaiyah Palembang, pada hari Senin, (21/12/2020) di Aula Lantai 2 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Jln. Jend. Sudirman No.510, 20 Ilir D. I, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang.

um-palembang.ac.id

Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., didampingi Wakil Rektor III Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., dan Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., Direktur Program Pascsarjana menerima secara langsung Bantuan Sarana Pendidikan Berupa 3 Laptop, 3 LCD Proyektor, 3 Layar LCD Proyektor, 3 Modem Internet dan bantuan biaya internet untuk 3 bulan.

Hari Widodo menambahkan, kegiatan ini juga merupakan sinergi antara BI dan perguruan tinggi dalam bagian membangun karakter bangsa, dan “apresiasi kepada lembaga pendidikan, yang turut membantu negara dalam membentuk karakter anak bangsa yang diharapkan menjadi pemimpin bangsa kedepan” ungkapnya.

um-palembang.ac.id

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengucapan terima kasih atas bantuan dari Bank Indonesia Sumatera Selatan atas dukungan infrastruktur sarana pendidikan ini, karena pandemi covid-19 banyak menuntut perubahan, termasuk perubahan pemanfaatan teknologi.

Menurutnya, dengan adanya bantuan dari Bank Indonesia Sumatera Selatan menjadi daya dukungan tambahan dalam mensukseskan perubahan ini.

um-palembang.ac.id

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

PCIM Jerman Raya dan Universitas Muhammadiyah Palembang Sepakati MoU Kerja Sama

um-palembang.ac.id – Dalam rangka penguatan proses internasionalisasi, Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menjalin kerja sama dengan lembaga di luar negeri. Kerjasama akademik yang diinisiasi Kantor Urusan Internasional kali ini dijalin oleh Universitas Muhammadiyah Palembang dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya.

Dalam penandatanganannya Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan pada Selasa (8/12/2020), di Kantor Pusat Administrasi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan Muhammad Rokib, Ketua Dewan PCIM Jerman Raya.

um-palembang.ac.id

Dalam kegiatan penandatanganan MoU ini juga turut diselenggarakan kuliah umum bersama Muhammad Farid Makruf, S.T., M.T., Ph.D., Atase Pendidikan & Kebudayaan RI di Kuala Lumpur., Dr. Rahmad Adi Wibowo Peneliti Australian Institute, dan Penandatanganan MoA antara Direktur Program Pasacasarjana Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., dengan Atase Pendidikan & Kebudayaan RI di Kuala Lumpur.

Turut hadir Wakil Rektor I Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Fatimah, S.E, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., Wakil Rektor IV Dr. Antoni, M.H.I., dan Erna Yulinawati, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional.

um-palembang.ac.id

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan, pada abad ke 21 ini sudah seharusnya dunia pendidikan terus berinovasi. “Kita sendiri yang menentukan, apakah kita akan menjadi fosil, atau terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, dalam menghadapi era perkembangan teknologi yang cukup pesat. “Kampus Merdeka seolah mendorong kita untuk terus mendistrubsi diri agar tidak tergerus oleh majunya teknologi, terlebih Kampus Merdeka ini adalah langkah awal dari kebijakan untuk pendidikan tinggi” katanya.

Karena menurutnya, salah satu yang baru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (sks). Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak sks di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 sks.

um-palembang.ac.id

Kemudian kegiatan kuliah Magang, karena Magang merupakan kegiatan pembelajaran di luar kampus yang umumnya dilakukan di perusahaan untuk mengetahui dan memahami pelaksanaan teori yang didapatkan mahasiswa di kampus dengan implementasinya di lapangan.

Ia menjelaskan, perbedaan yang mendasar antara magang sebelumnya dengan Magang pada kurikulum MBKM pada durasi kegiatannya.Magang pada MBKM terdiri dari total 20 SKS yang terdiri dari beberapa bahan kajian, misal: penyusunan laporan, penyusunan program. Penilaian diberikan pada masing-masing bahan kajian, bukan pada magang secara keseluruhan

Oleh karena itu, implementasi dari MoU ini salah satunya adalah menjalankan kegiatan kuliah magang, yang paling tidak akan mendatangkan manfaat kepada mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja diantaranya Mempraktekan apa yang didapatkan di perkuliahan, Belajar bersosialisasi, Eksplor berbagai karier/pekerjaan, dan Menambah pengalaman kerja pada resume.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Tanda Tangani MoU, Universitas Muhammadiyah Palembang dan PTM di Provinsi Lampung Siap Lakukan Kolaborasi

um-palembang.ac.id – Dalam bagian kegiatan kunjungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) mengunjungi PWM Provinsi Lampung, pada hari Jumat – Minggu, 4 – 6 Desember 2020. Universitas Muhammadiyah Palembang menandatangani MoU dengan 6 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Provinsi Lampung.

um-palembang.ac.id

Penandatanganan MoU tersebut merupakan wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Palembang untuk selalu meningkatkan kualitas dari pendidikan yang diberikan kepada setiap civitas akademika. Komitmen tersebut tertuang dalam MoU dengan 6 PTM di Provinsi Lampung diantaranya, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Muhammadiyah Lampung, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Universitas Muhammadiyah Kota Bumi, STIH Muhammadiyah Kalianda, dan STIE Muhammadiyah Kalianda, pada hari Sabtu (5/12/2020) di Aula Universitas Muhammadiyah Metro.

um-palembang.ac.id

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., mengatakan, kerjasama dengan 6 PTM tersebut menjadi salah satu langkah Universitas Muhammadiyah Palembang dalam memperkuat kelembagaan, mengingat jarak antara kota Palembang dan provinsi Lampung sudah cukup dekat, karena adanya jalan tol yang sudah menghubungkan 2 provinsi.

“Harapannya kesepakatan kerjasama tersebut bisa segera diimplementasikan, sehingga masing-masing universitas yang terlibat mendapatkan manfaat untuk mendukung kemajuan pendidikan yang digelarnya” ujarnya.

um-palembang.ac.id

Lebih lanjut Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan, setelah penandatanganan MoU dengan 6 PTM di Provinsi Lampung tersebut, akan dilakukan juga strategic plan kerjasama, dan “harapan kami segera terlaksana kerja sama pengembangan kurikulum, pelatihan program pendidikan jangka pendek, dan panjang, serta berbagai program pertukaran mahasiswa ataupun program visiting professor” ungkapnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Suskeskan Kampus Merdeka, Universitas Muhammadiyah Palembang Jalin MoU dengan 3 Perusahaan

um-palembang.ac.id – Menyukseskan pelaksanan Program Kampus Merdeka – Merdeka Belajar, Universitas Muhammadiyah Palembang gencar menjalin kerjasama, terutama kerjasama dengan perusahaan, dalam bagian sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Kali ini Universitas Muhammadiyah Palembang menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan diantaranya Bank BNI Syariah Kantor Cabang KM 12 Palembang, PT. Bank Perkreditan Rakyat Sumatera Selatan, dan PT Pegadaian (Persero) Palembang, Senin (7/12/2020).

um-palembang.ac.id

Kerjasama terkait penyelenggaraan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan Agus Muttaqien, Branch Manager BNI Syariah Kantor Cabang KM 12 Palembang., Marzuki, S.E., M.M., Direktur Utama PT. Bank Perkreditan Rakyat Sumsel, dan Yun Oliandri, Kepala Departemen Pegadaian Area Palembang.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang Drs. Fauzi Ridwan, S.E., M.Si., melakukan Penandatanganan MoA dengan PT. Pegadaian (Persero) Area Palembang.

um-palembang.ac.id

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya menuturkan, bahwa tantangan perguruan tinggi ke depan, selain menjaga mutu pendidikan, juga menilai seberapa jauh mampu bekerjasama dengan industri. “Apalagi dengan adanya kebijakan kampus merdeka dan merdeka belajar yang menuntut kita untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan kemajuan teknologi.” ujarnya

Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada Bank BNI Syariah Kantor Cabang KM 12 Palembang, PT. Bank Perkreditan Rakyat Sumatera Selatan, dan PT Pegadaian (Persero) Palembang atas kesediaan seluruh pimpinan bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang dalam berbagai bidang yang tentunya dapat mendukung konsep kampus merdeka dan merdeka belajar.

um-palembang.ac.id

Selain program magang, Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., juga mengharapkan, kerjasama terkait peningkatan kapasitas SDM, joint research, dan beasiswa di Universitas Muhammadiyah Palembang dari CSR Bank BNI Syariah Kantor Cabang KM 12 Palembang, PT. Bank Perkreditan Rakyat Sumatera Selatan, dan PT Pegadaian (Persero) Palembang.

Turut hadir dalam penandatangan kerjasama tersebut, yakni Wakil Rektor I Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Fatimah, S.E, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., Wakil Rektor IV Dr. Antoni, M.H.I., dan Wakil Dekan FEB.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Perkuat Silaturahmi, PW Muhammadiyah Sumsel Kunjungi PWM Lampung

um-palembang.ac.id – Dalam rangka memperkuat silaturahmi, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) mengunjungi PWM Provinsi Lampung, Jumat – Minggu, 4 – 6 Desember 2020.

Dalam kunjungan ini juga turut ditandatangani Nota Kerjasama antara Majelis Ekonomi PWM Sumsel dan PWM Provinsi Lampung dibidang pengembangan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), mengingat BTM milik PWM Lampung cukup maju dalam tata kelolanya.

um-palembang.ac.id

Kunjungan PWM Sumsel dan rombongan yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Romli SA, M.Ag., diterima langsung oleh Prof. Dr. H. Marzuki Noor, M.S., Ketua PWM Provinsi Lampung dan jajaran.

Prof. Dr. H. Romli SA, M.Ag., mengatakan, tujuan utama dari kunjungan ini adalah penguatan kerjasama dibidang pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. PWM Sumsel menandatangani MoU dibidang pengembangan ekonomi terutama dibidang ekonomi mikro. Oleh karena itu PWM Sumsel perlu belajar banyak dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh PWM Lampung terutama BTM.

um-palembang.ac.id

“Karena di PWM Lampung sudah sangat maju tata kelolanya, yang akan ditindaklanjuti oleh Majelis Ekonomi PWM Sumsel” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Marzuki Noor, M.S., mengucapkan terima kasih atas kunjungan PWM Sumsel, karena jarak yang sudah cukup dekat antara provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung karena sudah adanya jalan tol yang menghubungkan 2 provinsi.

“Banyak bidang yang akan dikerjasamakan, oleh karena itu akan segera coba kita realisasikan, mengingat banyak sektor yang memiliki peluang untuk dikerjakan secara bersama” tambahnya.

Editor: Rianza Putra

um-palembang.ac.id

Peninjauan Ulang Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Universitas Muhammadiyah Palembang, Bagian dari Memenuhi Tuntutan Global

um-palembang.ac.id – Universitas Muhammadiyah Palembang memasuki usia yang ke-41 tahun mengalami perkembangan yang demikian pesat oleh karena itu saat ini terus melakukan pembenahan agar mampu memenuhi tuntutan global. Salah satunya adalah perlunya meninjau ulang Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran universitas yang akan berakhir pada tahun 2022 yang akan datang, peninjauan ini dimaksudkan agar sesuai dengan tuntutan global dan perubahan regulasi yang berlaku dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya pendidikan tinggi.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam Workshop Penyusunan Visi Misi Tujuan dan Sasaran Universitas Muhammadiyah Palembang, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu, Kamis (3/12/2020).

um-palembang.ac.id

Dr. Suliswiyadi, S.Ag., M.Ag., dan Dr. Suparto, S.Ag., M.Ag., menjadi narasumber eksternal dalam Workshop Penyusunan Visi Misi Tujuan dan Sasaran Universitas Muhammadiyah Palembang tersebut.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menjelaskan, visi adalah gambaran tentang masa depan yang dicita-citakan untuk diwujudkan dalam kurun waktu yang tegas dan jelas, serta menyatakan arah kegiatan lembaga secara spesifik, diketahui, dipahami dan menjadi milik bersama seluruh komponen pengelola universitas yang diwujudkan melalui strategi-strategi dan kegiatan terjadwal. Misi adalah kegiatan Caturdharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ) yang merupakan upaya mewujudkan visi universitas.

um-palembang.ac.id

Sedangkan tujuan adalah arah yang akan dicapai oleh masing-masing kegiatan pelaksanaan visi dan misi yang disusun secara realistis, unik, terfokus, dan keberhasilan pelaksanaannya dapat diukur dan relevan, dan Sasaran adalah hasil yang realistis, unik, terfokus, dan keberhasilan pelaksanaannya dapat diukur dengan rentang waktu yang jelas dan relevan terhadap misi dan visi.

Menurutnya, penyusunan Visi-Misi Universitas Muhammadiyah Palembang kedepan berdasarkan pada atas fenomena yang berkembang serta prediksi masa depan dunia pendidikan yang semakin kompetetif. Hal ini dapat dari beberapa fenomena yakni: 1. Tuntutan dan harapan masyarakat (Social Expectation), 2. Tuntutan para pengguna jasa (users) dan stakeholders, 3. Semakin bertambahnya pengangguran intelektual ( para lulusan perguruan tinggi), dan 4. Perubahan regulasi dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi, terutama kebijakan merdeka belajar kampus merdeka.

um-palembang.ac.id

Oleh karena itu Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi swasta terbesar di lingkungan LL DIKTI wilayah II memiliki cita-cita; Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan teori-teori baru;  dan Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan serta mengupayakan penggunaannya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LPM Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Asvid Helida, S.Hut., M.Sc., menuturkan, bahwa target capaian dari workshop ini adalah universitas memperoleh masukan yang komprehensif dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal sebagai bahan untuk untuk melakukan analisis dan merumuskan strategi pengembangan yang berkesesuaian.

Sehingga dihasilkan program-program pengembangan alternatif maupun kurikulum yang tepat sesuai kebutuhan pasar kerja. Di samping itu, kegiatan ini diharapkan bisa membangun jejaring dan komunikasi yang lebih intensif dengan berbagai pihak khususnya dari pihak eksternal dalam rangka pencapaian Visi Misi Tujuan dan Sasaran Universitas Muhammadiyah Palembang.

Editor: Rianza Putra